Teknik
Mengulang Materi agar Ilmu Semakin Kokoh
RABU • BELAJAR KETERAMPILAN
Mengajarkan materi kepada siswa tidak selalu berarti pembelajaran sudah
selesai. Setelah menerima materi, siswa tetap membutuhkan kesempatan untuk
mengingat kembali, berlatih, dan memperkuat pemahamannya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan Guru PAI adalah mengulang materi
secara teratur dengan teknik yang bervariasi.
Pengulangan tidak harus dilakukan dengan menjelaskan kembali seluruh
materi. Guru dapat menggunakan tanya jawab, latihan soal, kuis singkat,
permainan, atau membahas kembali bagian yang masih sulit dipahami siswa.
“Ulangi, pahami, kuatkan.”
Mengapa Materi Perlu
Diulang?
Siswa dapat mengalami kesulitan mengingat materi jika hanya
mempelajarinya satu kali. Karena itu, kegiatan mengingat kembali materi
sebelumnya dapat membantu siswa menguatkan pemahaman.
Pengulangan juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengetahui
bagian materi yang masih belum dikuasai siswa.
Dalam pembelajaran PAI, kegiatan ini dapat diterapkan pada berbagai
materi, seperti hafalan surah, Asmaul Husna, akhlak, fikih, sejarah Islam,
maupun materi lainnya.
4 Teknik Mengulang Materi
yang Bisa Dilakukan Guru PAI
1. Ulangi Materi Secara
Berkala
Pengulangan sebaiknya dilakukan secara rutin dan tidak hanya menjelang
ulangan.
Guru dapat menyediakan beberapa menit di awal pembelajaran untuk
mengingat kembali materi sebelumnya.
Contohnya:
“Siapa yang masih ingat tiga hal penting dari pelajaran minggu lalu?”
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu siswa kembali mengingat
pengetahuan yang sudah pernah dipelajari.
2. Gunakan Tanya Jawab
Tanya jawab merupakan cara sederhana untuk mengecek pemahaman siswa.
Guru dapat memberikan pertanyaan dari tingkat sederhana menuju
pertanyaan yang membutuhkan pemikiran.
Contohnya:
- Apa
arti amanah?
- Sebutkan
contoh perilaku amanah!
- Mengapa
kita harus bersikap amanah?
- Bagaimana
cara menerapkan amanah di sekolah?
Dengan cara tersebut, guru tidak hanya mengecek hafalan, tetapi juga
pemahaman dan penerapan.
3. Gunakan Latihan dan Kuis
Singkat
Pengulangan dapat dibuat lebih menarik melalui latihan atau kuis
singkat.
Beberapa aktivitas yang dapat digunakan antara lain:
- 3–5
soal cepat.
- Tebak
istilah.
- Mencocokkan
kata dan arti.
- Benar
atau salah.
- Kuis
kelompok.
- Kartu
pertanyaan.
- Kuis
digital.
Kegiatan tidak harus berlangsung lama. Beberapa menit yang dilakukan
secara rutin dapat dimanfaatkan untuk mengingat kembali materi.
4. Kumpulkan Materi yang
Masih Sulit
Saat melakukan tanya jawab atau latihan, guru dapat mencatat materi yang
masih banyak membuat siswa kesulitan.
Jangan langsung berpindah ke materi berikutnya.
Bahas kembali bagian tersebut dengan pendekatan yang berbeda.
Misalnya:
Materi sulit
↓
Jelaskan kembali dengan bahasa sederhana
↓
Berikan contoh
↓
Latihan bersama
↓
Cek pemahaman
Dengan cara ini, guru dapat memberikan penguatan sesuai kebutuhan siswa.
Contoh Penerapan dalam
Pembelajaran PAI
Misalnya sebelumnya siswa belajar tentang Asmaul Husna Ar-Rahman dan
Ar-Rahim.
Pada awal pembelajaran berikutnya, guru dapat melakukan pengulangan singkat:
Pertanyaan 1:
“Siapa yang masih ingat arti Ar-Rahman?”
Pertanyaan 2:
“Apa contoh kasih sayang Allah kepada manusia?”
Pertanyaan 3:
“Bagaimana cara kita menunjukkan kasih sayang kepada teman?”
Kemudian guru memberikan beberapa soal singkat.
Jika masih banyak siswa yang belum memahami perbedaan atau makna kedua
Asmaul Husna tersebut, guru dapat memberikan penjelasan dan contoh kembali.
Dengan demikian, pengulangan tidak hanya bertujuan membuat siswa
mengingat, tetapi juga membantu mereka memahami materi dengan lebih baik.
Gunakan Formula Sederhana
Guru PAI dapat menggunakan pola berikut dalam melakukan penguatan
materi:
INGAT → TANYA → LATIH →
PERBAIKI → KUAT
INGAT
Aktifkan kembali materi yang sudah dipelajari.
TANYA
Gunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman.
LATIH
Berikan soal atau aktivitas singkat.
PERBAIKI
Bahas kembali bagian yang masih sulit.
KUAT
Pastikan siswa semakin siap menggunakan ilmunya.
Jangan Membuat Pengulangan
Menjadi Membosankan
Pengulangan tidak harus selalu berupa membaca buku atau mengerjakan
soal.
Guru dapat mengubah bentuk aktivitas agar siswa tetap tertarik.
Misalnya minggu ini menggunakan tanya jawab, minggu berikutnya
menggunakan kuis, kemudian permainan kartu, diskusi kelompok, atau studi kasus
sederhana.
Prinsipnya:
Pesannya tetap, tetapi cara mengulangnya bisa berbeda.
Dengan variasi tersebut, kegiatan mengulang materi dapat menjadi bagian
pembelajaran yang menyenangkan.
Penutup
Mengulang materi merupakan bagian penting dalam membantu siswa
memperkuat pemahaman. Guru tidak perlu mengulang seluruh materi secara panjang.
Cukup pilih bagian penting, ajukan pertanyaan, berikan latihan singkat,
dan bahas kembali bagian yang masih sulit.
Jika dilakukan secara teratur, kegiatan pengulangan dapat membantu siswa
lebih siap mengingat dan menggunakan ilmu yang telah dipelajari.
Ulangi → Pahami → Kuatkan →
Gunakan.
“Ilmu yang sering diingat akan semakin siap digunakan.”
BWI Education
Belajar • Berkarya • Menginspirasi









0 Comments:
Post a Comment